0

WASPADA Bahaya Kurang Tidur !!


Jangan remehkan insomsnia alias susah tidur. Soalnya, berbagai masalah kesehatan mengintip di belakang kita jika insomnia tidak ditangani.
Apa saja masalah itu? Berikut beberapa di antaranya.
  • Stroke.
    Meskipun tidak memiliki faktor penyebab tertentu, seperti obesitas atau sejarah keluarga, risiko stroke dapat meningkat jika mengalami kurang tidur. Ini menurut penelitian tahun 2012. Pada orang dewasa, setidaknya yang tidur kurang dari enam jam sehari, peningkatan risiko stroke lebih tinggi empat kali lipat.
  • Kegemukan.
    Penelitian lain juga membuktikan, kurang tidur mempengaruhi nafsu makan seseorang dan diet. Ini ada hubungannya dengan hormon. Ketika tubuh kurang istirahat, hormon yang berhubungan dengan nafsu makan meningkat secara drastis. Akhirnya diet menjadi tidak terkendali yang mengarah pada obesitas.
  • Diabetes.
    Sebuah penelitian kecil pada tahun 2012 menghubungkan antara kurang tidur dan resistensi insulin – faktor risiko diabetes. Dari penelitian ditemukan, responden yang kurang tidur memiliki resistensi insulin yang lebih tinggi. Ini berarti tubuh tidak mampu menggunakan insulin secara efektif. Sehingga kurang tidur meningkatkan risiko diabetes.
  • Kehilangan memori.
    Ketika tubuh sangat lelah, biasanya seseorang menjadi kurang fokus dan mudah lupa. Ditambah kurang tidur, memori bahkan bisa hilang sepenuhnya. Penelitian ini juga menjelaskan mengapa kurang tidur dapat membuat kenangan hilang. Proses penyimpanan memori yang terjadi selama tidur akan terganggu jika seseorang tidak mampu memenuhi kebutuhan istirahat setiap hari. (HuffingtonPost)
-   bersambung -

0

Sehat Dan Cantik Alami

Makan setelah olahraga, bolehkah?

Makan setelah olahraga, boleh tidak?  Cara diet yang benar dan sehat, atau ingin menurunkan berat badan memang kerap jadi masalah bagi sebagian orang. Karena untuk menjaga agar tidak makan banyak dan ngemil bisa menjadi hal yang menyusahkan buat mereka yang sudah terbiasa. Makan setelah olahraga bisa menjadi pantangan buat yang sedang diet ketat, tapi sebenarnya Makan setelah olahraga itu penting buat tubuh kita.

Dari vemale.com Ada yang bilang setelah olahraga itu tidak boleh makan. Hmm… bisa dibayangkan betapa lemasnya tubuh tanpa asupan energi dari makanan, ya kan? Tetapi, semua pernyataan tersebut memang tidak sepenuhnya salah. Mengonsumsi makanan tinggi kalori setelah berolahraga, tentu saja tidak akan membuat diet Anda berhasil, yang ada justru berat badan naik.
Adalah Kristin Reisinger, MS, RD, seorang ahli nutrisi dan olahraga asal New Jersey yang mengatakan bahwa, sekalipun sedang diet dan usai berolahraga, Anda tetap harus makan. “Anda tetap harus menjaga nutrisi dan memberi makan tubuh serta otot setelah melakukakan latihan,” ungkap Kristin seperti dikutip dari Shine.
Pun demikian, makanan yang boleh dikonsumsi setelah berolahraga bukan makanan sembarangan. Apa sajakah makanan yang boleh dikonsumsi tersebut?
Kombinasi Whey protein dan buah pisang
Sebagian besar dari Anda mungkin sudah mengetahui bahwa whey protein sangat membantu dalam memberikan makanan pada otot. Namun, karbohidrat tetap dibutuhkan oleh tubuh. Untuk menjaga berat badan agar tetap stabil, maka Anda boleh menggantikan asupan nasi dengan buah pisang. Pisang mengandung karbohidrat yang jumlahnya jauh lebih sedikit ketimbang nasi. Dengan demikian Anda bisa tetap mendapatkan asupan karbohidrat tanpa merasa takut akan gemuk.
Kombinasi selai kacang dan roti gandum
Sedang merasa lapar, selai kacang dan roti gandum bisa menjadi solusi yang tepat apabila Anda tidak menyukai pisang.
Yoghurt dan buah berries
Untuk membuat otot lebih kuat dan besar, Anda tak bisa mengesampingkan kebutuhan akan protein. Selain dua menu di atas, Anda bisa mengonsumsi kombinasi yoghurt dan buah berries yang kaya antioksidan. Kebutuhan protein dan karbohidrat serta tambahan vitamin, tercukupi.
Tuna dan roti gandum
Bosan dengan sajian yang sudah disebutkan di atas Anda bisa sedikit memanjakan diri dengan kombinasi ikan tuna dan roti gandum. Tambahkan sayuran seperti selada dan mentimun, boleh juga dengan saus agar rasanya lebih nikmat. Sandwich tuna pun siap disantap :)
Apel dan serutan keju
Siapa bilang diet berarti harus berhenti makan makanan berlemak? Keju masih diperbolehkan dan dianjurkan karena kandungan protein dan karbohidratnya kok.
Nah, sekarang tak lagi merasa kelaparan setelah berolahraga. Yuk siapkan menu makan khusus Anda.

0

Tips Meredakan Emosi Remaja

1. Curhat Untuk Memancing Curhat. Bila pertanyaan ada masalah apa? dijawab dengan nggak ada masalah yang dingin, ceritakanlah sebuah kisah yang sifatnya personal. Namun ingat jangan pernah sekali-kali mengawali kisah Anda dengan kalimat Saat saya seumuran kamu. Kalimat itu sama basinya dengan sayuran kemarin sore. Cobalaha kalima tbaru seperti, Memang saya tidak tahu bagaimana rasanya jadi anak usia 15 tahun di jaman seperti sekarang ini. Tapi sata tahu rasanya jadi orang yang kesepian.
2. Kritiklah Kelakukannya, Bukan Anak Anda. Jangan katakan, Hanya orang bodoh yang merokok! namun katakan Saya marah karena kamu telah mengambil keputusan yang salah.. Anak Anda akan mengerti dia harus mengendalikan tingkah lakunya, demikian menurut Marc A. Zimmerman, Ph.D, profesor psikologi dari University of Michigan.
3. Carilah kejadian-kejadian yang bisa menjadi pelajaran. Jadikanlah sebuah kejadian sebagai pembuka obrolan. Misalnya saat Anda dan anak perepuan Anda berjalan di supermarket dan melihat tabloit dengan headline Ariel Peterpan Punya Banyak Pacar. Headline seperti ini bisa Anda jadikan sebagai topik pembukaan untuk masuk ke percakapan mengenai seks. Berada di luar rumah juga dapat memudahkan terjadinya pembicaraan-pembicaraan seperti di atas, karena anak sering berpikir bahwa rumah adalah wilayah kekuasaan orang tuanya.
4. Jangan Menghilang. Saat anak remaja Anda berkata Pergi saja ini bisa berarti, Tinggalkan saya sendirian saat ini, namun datanglah beberapa saat lagi. Tunjukan kepedulian Anda dengan menyelipkan nota kecill di bawah pintunya yang menyatakan bahwa dia sangat berarti bagi diri Anda. Bila Anda menjauhi Anak Anda di saat seperti ini, Anda tidak akan mengetahui hal-hal apa yang dianggap penting oleh anak Anda. menurut Nancy Molitor, Ph.D, asisten profesor untuk bidang psikologi klinis di Northwestern University Medical School. Saat Anda dan anak Anda punya waktu untuk duduk bersama dan membahas masalahnya, ingatkan anak Anda bahwa dialah orang nomor satu dalam hidup Anda dengan cara memastikan segala alat komunikasi Anda.
5. Pahami Kamus Bahasanya. Memahami perkataan mereka dan makna sebenarnya merupakan hal yang harus Anda kuasai. seperti: 1) Saya Baik-Baik Saja artinya pertanyaan ayah terlalu sederhana dan tidak berarti, saya tidak punya waktu untuk pertanyaan seperti itu sekarang., cobalah tanyakan siapa yang membuatnya kesal. 2) Jangan Sekarang! artinya saya ingin mencari jalan keluar sendiri, jadi saya akan beritahu kapan kita bisa bicara., cobalah cari tahu kapan anak Anda bisa nongkring sambil makan es krim bersama. 3) Terserah Deh! artinya Saya tidak tahu apa yang sedang saya rasakan atau apa yang ingin saya katakan -saya sedang mengulur waktu.Anak Anda merasa bahwa pertanyaan Anda menggangu. 4) Saya Benci Ayah! artinya Saya sedang marah (bila dia benar-benar membenci Anda, dia tidak akan mengatakannya langsung). Tanyakan mengapa dia marah. 5) Ayah Payah! artinya bahwa kata ini merupakan versi lebih kejam dari nomor 4. Cobalah buat rumah Anda bebas dari kata-kata makian dan penuhi peraturan itu

0

Perkembangan Emosi Remaja

Target yang hendak dicapai melalui dasar-dasar pendidikan dan yang juga dirancang oleh lembaga-lembaga pendidikan adalah menyiapkan generasi yang unggul dan mampu menghadapi segala persoalan yang dihadapinya. Disamping itu, tujuan lain yang hendak kita harapkan pada generasi yang akan datang adalah generasi yang memiliki mental yang kuat dan rasa percaya diri.
Seorang remaja hendaklah kuat jasmaninya, tidak sakit-sakitan dan lemah. Sebab akal yang sehat terdapat dalam tubuh yang sehat, gemar berolahraga, memperhatikan kebersihan, mengikuti petunjuk-petunjuk kesehatan dengan cara menerapkannya pada diri sendiri.Jauh dari kebiasaan-kebiasaan yang membahayakan fisik maupun akal seperti narkoba dan minuman keras atau sejenisnya. Secara kejiawaan bebas dari berbagai problem kejiwaan an menikmati keharmonisan jiwa dan perasaan- perasaan positif yang lain.
Remaja berada dalam periode yang banyak mengalami masalah pertumbuhan dan perkembangan khususnya menyangkut dengan penyesuaian diri terhadap tuntutan lingkungan dan masyarakat serta orang dewasa. Kematangan hormon seks yang ditandai dengan datangnya menstruasi bagi remaja putri dan keluarnya mani melalui mimpi basah pada remaja putra dapat menimbulkan kebingungan dan perasaan cemas, khususnya apabila mereka belum disiapkan untuk menyikapi peristiwa tersebut secara positif. Perubahan-perubahan yang dialami tersebut akan berpengaruh terhadap perkembangan dan hubungan sosial remaja. Para remaja mulai tertarik kepada lawan jenis, ketertarikan ini disatu sisi dapat menimbulkan konflik dalam diri mereka karena mungkin muncul perasaan malu, kurang percaya diri dan kebingungan dalam penyesuaian diri, agar bertingkah laku seperti yang dinginkan orang dewasa.
Kecenderungan tingginya gejolek emosi remajaperlu dipahami oleh pendidik khususnya orangtua dan guru. Untuk itu perlu dihindari hal- hal yang dapat menimbulkan emosi negati seperti marah, sedih, kecewa, frustasi, cemas dan lainnya.
Banyak penelitian membuktikan bahwa salah satu penyebab remaja menjadi nakal adalah karena mengalami gangguan emosi menibulkan rasa tidak aman dan tidak puas terhadap kehidupan sehari-hari. Selanjutnya dapat timbul kebencian dan kecemburuan terhadap orang- orang yang lebih beruntung dan bahagia. Akibat dari semuanya ini sering mereka melakukan tindakan yang merusak dan menyakiti orang lain.
A.Pengertian Emosi
Secara sederhana dapat dikatakan bahwa emosi adalah suatu keadaan kejiwaan yang mewarnai tingkah laku. Emosi dapat juga diartikan sebagai suatu reaksi psikologis yang ditampilkan dalam bentuk tingkah laku gembira, bahagia, sedih, berani, takut, marah, haru dan sejenisnya.
Biasanya emosi muncul dalam bentuk luapan perasaan, dan surut dalam waktu yang singkat. Hathersall (1985), merumuskan pengertian emosi sebagai situasi psikologis yang merupakan pengalaman subjektif yang dapat dilihat dari reaksi wajah dan tubuh. Emosi sering didefinisikan dalam istilah perasaan (feeling): misalnya pengalaman-pengalaman afektif, kenikmatan atau ketidaknikmatan, marah, takut, bahagia, sedih dan jijik. Emosi juga sering berhubungan dengan ekspresi tingkah laku dan respon-respon fidiologis.
B.Jenis- Jenis Emosi
Berasarkan sebab dan reaksi yang ditimbulkan, emosi dikelompokkan menjadi tiga, yaitu :
1 Emosi yang berkaitan dengan perasaan (syaraf-syaraf jasmaniah), misalnya perasaan dingin, panas, hangat, sejuk dan sebagainya. Munculnya emosi seperti ini lebih banyak dirasakan karena faktor fisik diluar individu, misalnya cuaca, kondisi ruangan dan tempat dimana individu itu berada.
2 Emosi yang berkaitan dengan kondisi fisiologis, misalnya sakit, meriang dan sebagainya. Munculnya emosi sepertinini lebih banyak dirasakan karena faktor kesehatan.
3 Emosi yang berkaitan dengan kondisi psikologis, misalnya cinta, rindu, sayang, benci dan sejenisnya. Munculnya emosi seperti ini lebih banyak dirasakan karena faktor hubungan dengan orang lain.
C. Karakteristik Emosi pada Masa Remaja
Remaja memiliki karakteristik pemunculan emosi yang berbeda bila dibandingkan dengan masa kanak-kanak maupun dengan orang dewasa. Emosi remaja seringkali meluap-luap (tinggi) dan emosi negatif mereka lebih mudah muncul. Keadaan ini lebih banyak disebabkan masalah dalam pemenuhan kebutuhan mereka dan lingkungan yang menahalangi terpuaskannya kebutuhan tersebut ( Hurlock, 1980). Luella Cole (1963) mengemukakan bahwa ada 3 (tiga) jenis emosi yang menonjol pada periode remaja, yaitu :
1 Emosi marah
Emosi marah lebih mudah timbul apabila dibandingkan dengan emosi lainnya dalam kehidupan remaja. Penyebab timbulnya emosi marah pada remaja ialah apabila mereka direndahkan, dipermalukan, dihina atau dipojokkan dihadapan kawan-kawannya. Remaja yang sudah cukup matang menunjukkan rasa marahnya tidak lagi dengan berkelahi seperti pada masa kakank-kanak sebelumnya. Kadang-kadang juga remaja melakukan tindakan kekerasan dalam melampiaskan emosi marah, meskipun mereka berusaha menekan keinginan untuk bertingkah laku seperti itu. Pada dasarnya remaja cenderung mengganti emosi kekanak-kanakan mereka dengan cara yang lebih sopan.
2 Emosi Takut
Ketakutan yang dialami selama masa remaja dapat dikelompokkan sebagai berikut :
a. Ketakutan terhadap masalah atas siakp orang tua yang tidak adil dan cenderung menolak didalam keluarga.
b. Ketakutan terhadap masalah mendapatkan status baik dalam kelompok sebaya maupun dalam keluarga.
c. Ketakutan terhadap masalah penyesuaian pendidikan, atau pilihan pendidikan yang sesaui dengan kemampuan dan cita- cita.
d. Ketakutan terhadap masalah pilihan jabatan yang sesuai dengan kemampuan dan keinginan.
e. Ketakutan terhadap masalah-masalah seks.
f. Ketakutan terhadap ancaman keberadaan diri.
Pada saat akhir masa remaja dan memasuki perkembangan dewasa awal, ketakutan atau kecemasan yang baru muncul adalah menyangkut masalah keuangan, pekerjaan, kemunduran usaha, pendirian/ pandangan politik , kepercayaan/ agama, perkawinan dan keluarga. Remaja yang sudah matang akan berusaha untuk mengatasi masalah-masalah yang menimbulkan rasa takutnya
3 Emosi Cinta
Emosi telah ada pada diri anak semenjak bayi dan terus berkembang hingga dewasa. Sedangkan pada masa remaja, rasa cinta diarahkan kepada lawan jenis. Pada masa bayi rasa cinta diarahkan pada orang tua terutama kepada ibu. Pada masa kanak-kanak (3-5 tahun) rasa cinta diarahkan pada orang tua yang berbeda jenis kelamin, misalnya anak laki-laki akan jatuh cinta pada ibu dan anak perempuan pada ayah. Pada masa remaja arah dan objek cinta itu berubah terhadap teman sebaya yang berlawanan jenis.
Beberapa situasi yang mendorong remaja putri untuk menyayangi wanita secara berlebihan, yaitu :
1 Wanita tersebut dirasakan dapat membantu ,engatasi kesulitan yang dihadapinya.
2 Wanita itu dapat dijadikan sebagai pengganti ibunya, apabila jauh dari ibunya yang dijadikan figur atau kehilangan kasih sayang ari ibunya karena perceraian atau meninggal dunia.
3 Wanita tersebut dirasakan sangat menyayanginya dan ia berasal dari keluarga yang menolak dirinya
4 Karena tidak populer diantara teman pria, merasa sangat malu dan takut kepada teman pria, atau mempunyai pengalaman yang menyakitkan dengan pria.
Remaja wanita yang mengalami perkembangan perasaan cinta yang normal adalah jika remaja mengarahkan rasa cintanya kepada pemuda sesama remaja. Demikian juga dengan remaja pria yang mempunyai cinta yang normal mengarahkan cintanya pada seorang gadis.
Pada akhir masa remaja,mereka memilih satu lawan jenis yang paling disayangi. Perkembangan yang normal mengenai emosi cinta dapat disimpulkan sebagai berikut:
a) Objek cinta mula-mula adalah orang dewasa yang sejenis atau berbeda jenis.
b) Kemudian ojek cinta beralih pada teman sebaya yang sama jenis kelamin, yaitu pada masa pre remaja.
c) Pada akhirnya remaja menjadikan teman sebaya sebagai obyek cintanya.
D. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Emosi
Munculnya emosi negatif pada diri remaja disebabkan oleh berbagai hal, Hurlock (1980) & Luella Cole(1963) menyimpulkan faktor penyebab yang menimbulkan emosi negatif pada diri remaja, yaitu:
1. Orang tua atau guru meperlakukan mereka seperti anak kecil yang membuat harga diri mereka dilecehkan.
2. Apabila dirintangi membina keakraban dengan lawan jenis.
3. Terlalu banyak dirintangi daripada disokong
4. disikapi secara tidak adil oleh orang tua
5. Merasa kebutuhan tidak dipenuhi oleh orang tua, padahal orang tua mampu.
6. Merasa disikapi secara otoriter, seperti dituntut patuh, banyak dicela hukum dan dihina.
Gejala gangguan emosional pada Remaja antara lain :
1. Depresi atau sedih yang mendalam, biasanya akibat kesedihan yang tidak mendapat tanggapan dari orang lain atau tanggapan yang diterimanya justru meningkatkan kesedihan yang ada. Depresi dapat terjadi akibat kehilangan orang yang sangat dicintai atau kegagalan yang bertubi-tubi dialami.
2. Mudah pingsan, karena terlalu sensitif atau perasa, khususnya terhadap sesuatu yang menakutkan atau menyedihkan.
3. Mudah tersinggung dan sensitif terhadap orang lain. Misalnya sesuatu yang dilihat, didengar atau direspon orang lain, ditanggapi secara impulsif.
4. Sering cemas, karena terlalu banyak memikirkan bahaya atau kegagalan.
5. Sering Ragu-ragu dalam memutuskan sesuatu atau bertindak ragu-ragu karena terlalu banyak pertimbangan.
E. Ciri-ciri Kematangan Emosi Remaja
Remaja yang sudah mencapai kematangan emosi dapat dilihat dari ciri- ciri tingkah lakunya sebagai berikut :
1. Mandiri dalam artian emosional yaitu bertanggung jawab atas diri sendiri dan orang lain.
2. Mampu menerima diri sendiri dan orang lain apa adanya. Mereka tidak cenderung menyalahkan diri sendiri ataupun menyalahkan orang lain atas kegagalan yang dialaminya.
3. Mampu mengendalikan emosi-emosi negatif, sehingga pemunculannya tidak impulsif.
4. Mampu mengendalikan emosi-emosi negatif, sehingga pemunculannya tidak impulsif.
F. Ciri-ciri Ketidakmatangan Emosi
Remaja yang sudah tidak matang emosinya dapat dilihat dari ciri-ciri tingkah lakunya sebagai berikut :
1. Cenderung melihat sisi negatif dari orang lain.
2. Impulsif, kurang mampu mengendalikan emosi dan mudah emosional.
3. Kurang mampu menerima diri sendiri dan orang lain apa adanya.
4. Kurang mampu memahami orang lain dan cenderung untuk selalu minta dipahami oleh orang lain.
5. Tidak mau mengakui kesalahan yang diperbuat dan cenderung menyembunyikannya atau lebih memilih sikap mekanisme pertahanan diri,
G. Cara-cara Meredam Emosi Negatif
Emosi negatif pada dasarnya dapat diredam sehingga tidak menimbulkan efek negatif. Beberapa cara untuk meredamnya itu adalah :
1. Berpikir positif dalam arti mencoba melihat sesuatu peristiwa atau kejadian dari sisi positifnya.
2. Mencoba belajar memahami karakteristik orang lain. Memahami bahwa orang lain memang berbeda dan tidak dapat memaksakan orang lain berbuat sesuai dengan keinginan diri sendiri.
3. Mencoba menghargai pendapat dan kelebihan orang lain. Mereka mendengarkan apa yang dikemukakan orang lain dan mengakui kelebihan orang lain.
4. Introspeksi dan mencoba melihat apabila kejadian yang sama terjadi pada diri sendiri, mereka dapat merasakannya.
5. Bersabar dan menjadi pemaaf. Mengahadapi sesuatu dengan sabar dan maaf
6. Mengalihkan perhatian pada objek yang memicu munculnya emosi.
H. Usaha Untuk Mengembangkan Emosi Remaja
Agar emosi positif pada diri remaja dapat berkembang dengan baik, dapat dirangsang dan disikap oleh orang tua maupun guru. Usaha untuk mengembangkannya adalah :
1. Orang tua dan guru serta orang dewasa lainnya dalam lingkungan anak (significant person) dapat menjadi model dalam mengekspresikan emosi-emosi negatif, sehingga tampilannya tidak meledak-ledak.
2. Adanya programlatihan beremosi nbaik disekolah maupun didalam keluarga. Misalnya dalam merespon dan menyikapi sesuatu yang tidak berjalan sebagaimana mestinya.
3. Mempelajari dan mendiskusikan secara mendalam kondisi-kondisi yang cenderung menimbulkan emosi negatif dan upaya-upaya menggapainya secara lebih baik.
Kesimpulan
Sudah tidak dapat dipungkiri, bahwa Perkembangan Emosi Remaja dalam tumbuh kembangnya memberikan pengaruh yang besar dalam kehidupannya. Karena remaja yang sehat adalah remaja yang bisa mengontrol emosinya dengan baik.
Dengan adanya ciri-ciri serta usaha untuk mengembangkan emosi remaja secara tepat,secara bertahap diharapkan seorang remaja mampu mengaktualisasikan dirinya sebagai generasi harapan bangsa.
Untuk itu hendaknya orang tua, guru dan lingkungan masyarakat harus benar-benar dapat memahami bagaimana tumbuh kembang remaja termasuk emosinya.
Pembentukan emosi remaja yang sehat yang bertolak pada pembangunan karakter remaja hendaklah dilaksanakan selain jalur pendidikan, keluarga dan sekolah juga dilaksanakan pada lingkungan.
Selain itu mencipatakan kondisi yang aktual dalam masyarakat hendaklah melalui jalur yang efektif seperti media masa dan organisasi masyarakat, sosial dan politik.

0

Masa Pubertas

Masa Pubertas adalah saat terjadinya perubahan-perubahan dalam tubuh yang mengiringi rangkaian pendewasaan. Periodenya terjadi bervariasi tergantung individu. Dapat terjadi  lebih awal atau justru sebaliknya. Biasanya dimulai antara usia 7-13 tahun untuk perempuan, dan antara usia 9-15 tahun untuk pria. Masa pubertas tidak hanya ditandai dengan haid pada perempuan atau mimpi basah pada laki-laki.
Masa pubertas juga ditandai dengan perubahan bentuk fisik, ditandai dengan munculnya lekukan-lekukan tubuh sehubungan dengan membesarnya payudara dan berubahnya proporsi lekuk pinggul, serta tumbuhnya bulu-bulu halus di beberapa bagian tubuh pada perempuan.
Sedangkan pada laki-laki, terjadi perubahan pada  pita suara, mulai tumbuh rambut kemaluan dan bulu wajah, serta membesarnya ukuran testikel dan penis. Selain itu, bahu juga menjadi lebih lebar karena kondisi tubuh yang lebih berotot.
Perubahan ini disebabkan oleh produksi hormon testosteron pada laki-lakidan estrogen pada perempuan. Hal ini juga kerap mempengaruhi terjadinya pertumbuhan jerawat dan masalah bau badan.
Selain terlihat secara kasat mata, perubahan pun terjadi dalam kondisi psikis. Perubahan tersebut dapat berupa ketertarikan pada lawan jenis, muncul juga sikap ingin diakui lingkungan, hingga beberapa emosi kompleks lainnya.
Masa pubertas normal terjadi pada setiap perempuan dan laki-laki yang secara seksual mulai matang, proses tubuh dalam mempersiapkan perkembangan alat reproduksi. Sebenarnya para remaja atau pun orang tua tidak perlu merasa khawatir berlebih atas perubahan-perubahan pada masa pubertas. Kuncinya adalah memelihara komunikasi antara orang tua dan anak, sehingga dapat meminimalisir selisih paham.

0

Pubertas & Masalahnya

Perkembangan pubertas saat ini bisa datang lebih dini pada seorang anak.Disinyalir walau belum lama masuk sekolah dasar, pada kisaran usia 8 tahun, seorang anak sudah bisa mengalami gejolak pubertas.
Itu sebabnya pendidikan seksual harusnya sudah mulai diperkenalkan orang tua maupun tenaga pendidik sejak dini kepada anak.
Bahkan, ujar psikolog Irna Minauli, bila perlu sudah dimasukkan dalam kurikulum pendidikan Sekolah Dasar.
Hal itu dikatakan Irna saat ditanya mengenai perlu tidaknya pendidikan seks dimasukkan dalam kurikulum Sekolah Dasar, Kamis (29/11).
“Kalau dulu, anak-anak mendapatkan pendidikan seksual di sekolah ketika menginjak SMP atau menjelang dewasa lewat mata pelajaran biologi yakni reproduksi,” kata Irna.
Kondisi ini, katanya, dianggap wajar karena anak-anak dulu mengalami menstruasi saat berusia 15 tahun. Namun, lanjutnya, sekarang anak-anak berusia delapan tahun juga sudah ada yang mengalami menstruasi.
Karena itu, pendidikan seksual sudah bisa diajarkan sejak kelas V dan VI SD agar mereka siap menghadapi perubahan dalam dirinya.
Selama ini, banyak orangtua beranggapan pemberian informasi seksual menimbulkan keingintahuan anak yang tinggi dan mengarah pada eksperimen untuk melakukan hubungan seksual.
“Sebenarnya kekhawatiran itu tidak benar. Karena survei membuktikan bahwa pendidikan seks tidak meningkatkan aktivitas seksual. Beberapa penelitian juga menunjukkan penurunan aktivitas seksual dan meningkatkan tingkat penggunaan kondom atau alat kontrasepsi lain,” katanya.
Pendidikan seksual, ujarnya, bisa juga diintegrasikan dengan pendidikan karakter, atau jika perlu, sekolah mengundang dokter atau bidan untuk memberikan pengetahuan seksual kepada anak dengan menggunakan alat peraga.
“Jadi metode pembelajarannya lebih ke arah yang sifatnya tidak langsung dalam memberikan penjelasan. Sehingga anak akan lebih paham apa yang akan terjadi pada dirinya dan menjadi lebih hati-hati,” katanya. (Antara/sae

0

Remaja

Pengertian Remaja Menurut Para Ahli

Pengertian RemajaRemaja berasal dari kata latin adolensence yang berarti tumbuh atau tumbuh menjadi dewasa. Istilah adolensence mempunyai arti yang lebih luas lagi yang mencakup kematangan mental, emosional sosial dan fisik (Hurlock, 1992). Pasa masa ini sebenarnya tidak mempunyai tempat yang jelas karena tidak termasuk golongan anak tetapi tidak juga golongan dewasa atau tua.
Seperti yang dikemukakan oleh Calon (dalam Monks, dkk 1994) bahwa masa remaja menunjukkan dengan jelas sifat transisi atau peralihan karena remaja belum memperoleh status dewasa dan tidak lagi memiliki status anak. Menurut Sri Rumini & Siti Sundari (2004: 53) masa remaja adalah peralihan dari masa anak dengan masa dewasa yang mengalami perkembangan semua aspek/ fungsi untuk memasuki masa dewasa.
Masa remaja berlangsung antara umur 12 tahun sampai dengan 21 tahun bagi wanita dan 13 tahun sampai dengan 22 tahun bagi pria. Sedangkan pengertian remaja menurut Zakiah Darajat (1990: 23) adalah:

Terimakasi Telah Berkunjung..

Diberdayakan oleh Blogger.
Comments
Comments